The Unspoken

just another cup of milk

cinta monyet December 7, 2010

Filed under: Uncategorized — seconds2minutes @ 1:41 am

saya termasuk orang yang suka dengan hal-hal yang berbau psikologi. baca-baca buku psikologi, atau nonton acara-acara yang berbau motivasi. kalo kata temen saya, baca-baca buku kaya gituan mah nggak ngaruh ke dia, dia tetep kaya gitu-gitu aja tuh. well,kalo buat saya, setidaknya saya udh ada actionnya dulu (baca), urusan berubah atau nggak berubah itu belakangan. lagipula, kalo niat kita hanya untuk mendapatkan perubahan setelah baca, ada ekspektasi berlebihan yang timbul, padahal buat saya membaca buku (di luar buku pelajaran)  itu cukup fun, dan alangkah lebih baiknya lagi kalo bisa mengambil hikmah dari apa yang kita baca.

tapi di sini saya bukannya mau membahas mengenai buku, melainkan mengenai acara televisi yang cukup sering saya ikuti setiap minggu malam, yaitu mario teguh : golden ways. awalnya mama yang sering mengingatkan untuk nonton acara itu, karena memang acara tersebut sarat makna, walau saya akui bahasanya terkadang terlalu tinggi sampai-sampai saya tidak menangkap maksudnya, hehe. walaupun tema-tema golden ways selalu menarik, tapi bagi saya remaja muda, tema minggu malam kemarin terdengar lebih menarik dengan biasanya. mengenai cinta monyet.

jujur, kalo disuruh mengingat kata per kata yang dikatakan mario teguh dalam acara tersebut, saya tidak sanggup. karena baru saja mario teguh memetikkan satu quote, kemudian 2 detik setelahnya saya lupa,karena bahasanya tidak cukup sederhana untuk diingat. lagi-lagi itu kesalahan penalaran saya yang masih pentium 2. namun ada beberapa hal yang bisa saya ingat kurang lebihnya. dan nampak sangat indah terdengar di telinga saya.

salah satunya bebrbunyi begini :

“wanita yang paling pantas untuk dimiliki adalah wanita yang tidak dapat dimiliki” ” karena wanita tersebut adalah wanita yang mandiri, dan mempertahankan nilai-nilai mereka dengan tegas”

di sini saya berfikir. betul sekali adanya. wanita-wanita yang mandiri tidak dapat dimiliki. sesungguhnya mereka adalah milik mereka sendiri dan Allah. mereka punya prinsip dan biasanya mereka wanita yang tegar. tapi bukan berarti saat mereka sudah berkeluarga, mereka menjadi wanita bebas yang pembangkang. karena disini konteksnya berbeda. dan saat saya melihat diri saya sendiri, oh saya masih terombang-ambing dalam perasaan saya. saya masih tak berpendirian kuat, sehingga saya sering sekali tertindas. well, saya rasa saya seperti itu karena ingin membuat semua orang senang, suatu hal yang sangat sulit dan tidak baik sepertinya.

kemudian ada juga yang berbunyi seperti ini :

“bagaimana dengan anak yang jorok, kumel, dan bau? apakah seorang ibu baru bisa mencintainya kalau anaknya sudah bersih dan wangi? kemudian apa kabarnya dengan ibu yang anaknya terlahir cacat? apakah berhenti kasih sayangnya?”

“maka janganlah mensyaratkan keindahan pada pasangan kita. yang harus kita lakukan adalah lihat kembali pada diri kita, apakah kita sudah cukup pantas untuk menjadi orang yang pantas dicintai oleh pasangan kita?”

petikan kalimat panjang ini sungguh menyentuh bagisaya. orang tua adalah contoh cinta tanpa syarat. dan saya yakin, memang hanya orang tua yang memiliki cinta seperti itu di muka bumi ini. kemudian di sana kita diminta untuk berintrospeksi diri, untuk menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai.  satu hal lagi, janganlah sering merendahkan orang lain, tetapi memuji lah. memuji tidak sama dengan menjilat. karena memuji harus keluar dari hati. survey mengatakan bahwa orang yang banyak memuji, hatinya akan lebih cerah dan senang, dan orang yang dipuji akan mempertahankan hal tersebut.

contohnya saja seorang suami memuji istrinya dengan panggilan bidadari surga yang cantik, maka yakin sekali bahwa si istri akan terus memperbaiki dan mempercantik dirinya supaya selalu menyenangkan pasangannya, dibanding istri yang dihina-hina yang tak akan terpancar kecantikannya karna kekesalan di dadanya. dan memuji ini bisa menyingkirkan kita dari sifat iri dan dengki, karena biasanya orang yang tidak senang memuji, berarti tidak senang mengagumi keindahan, yang artinya kemungkinan dia iri karena tidak memiliki hal tersebut.

 

 

kok kayanya bahasanya jadi terlalu formal ya, jadi semacam artikel nih. hehehe

tapi ya seperti itulah. setiap orang punya jalannya masing-masing untuk memperbaiki diri. setiap orang punya cita-cita untuk menjadi seperti apa. yang harus dilakukan adalah aksi, berbuat. jangan dari awal-awal sudah menolak dulu, menolak masukan dari orang lain, menolak mendengar kritik dan saran kebaikan, dengan sikap anti seperti itu toh kita tidak akan berkembang. dan jangan lupa untuk selalu berdoa pada Allah, mintalah kebaikan untuk diri kita, karna kebaikan dan perubahan akan datang jika hati kita sudah tersinari cahaya Illahi. hanya Allah yang maha berkehendak :)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.